Hal tersebut disampaikan Chief Economist BNI Ryan Kiryanto dalam diskusi di sebuah rumah makan di kawasan Taman Ria Senayan, Jakarta, Kamis (3/4/2008).
"Bank sentral mempunyai tugas bagaimana menjaga kestabilan nilai tukar agar tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah sehingga nyaman bagi eksportir dan importir. Jadi level nilai tukar harus dijaga di level yang dapat mencerminkan kredibilitas BI," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Dunia baru-baru ini memperingatkan tantangan utama bagi pemerintah adalah efek inflasi dari melonjaknya harga makanan dan BBM, terutama dampaknya bagi kaum miskin.
Bagi masyarakat umum kestabilan harga merupakan hal yang sangat penting terutama bagi mereka yang berpendapatan tepat.
Inflasi yang tinggi dianggap menjadi musuh yang menggerogoti daya beli dari pendapatan masyarakat dan bagi kalangan bisnis tingginya tingkat inflasi akan menyulitkan kalkulasi perencanaan bisnis.
(dnl/ddn)











































