Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (4/4/2008).
"Stabilitas sistem keuangan kita memang agak-agak tertekan akhir-akhir ini karena masalah-masalah di global yang masih terus berlanjut, yang belum kita lihat ujungnya," jelas Burhanuddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu juga kan tentu akan mempengaruhi neraca pembayaran kita, kepada ekspor kita, ini harus diwaspadai," imbuhnya.
Namun Burhanuddin melihat sistem perbankan Indonesia masih tetap terjada dari tekanan tersebut karena tingginya CAR. Sedangkan NPL juga masih terjaga di bawah 5%
"Saya kira masih cukup terjaga," ujar Burhanuddin yang akan segera lengser 17 Mei mendatang ini.
Stabilitas Rupiah
Ditengah gejolak pasar finansial, BI juga terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hasilnya, dalam 6 pekan terakhir rupiah tetap terjaga meski mata uang lainnya bergejolak.
"Kita masih sangat hati-hati, tapi kalau di pasar valas kita terus cermati dan kita lakukan sehingga dalam 6 minggu terakhir ini kita lihat nilai tukar kita kan relatif stabil pada Rp 9.200 (per dolar AS)," pungkasnya.
(qom/ddn)











































