BI: Tekanan Sistem Keuangan Belum ada Ujungnya

BI: Tekanan Sistem Keuangan Belum ada Ujungnya

- detikFinance
Jumat, 04 Apr 2008 12:40 WIB
BI: Tekanan Sistem Keuangan Belum ada Ujungnya
Jakarta - Bank Indonesia (BI) melihat tekanan pada sistem keuangan Indonesia masih terus berlangsung dan belum ada tanda-tanda akan berujung. Semua dipicu oleh masalah-masalah di pasar global yang terus berlanjut.

Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (4/4/2008).

"Stabilitas sistem keuangan kita memang agak-agak tertekan akhir-akhir ini karena masalah-masalah di global yang masih terus berlanjut, yang belum kita lihat ujungnya," jelas Burhanuddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi, kata Burhanuddin, dalam proyeksi IMF yang terakhir juga menyebutkan tentang perekonomian AS yang terus melemah sehingga meningkatkan risiko resesi global.

"Itu juga kan tentu akan mempengaruhi neraca pembayaran kita, kepada ekspor kita, ini harus diwaspadai," imbuhnya.

Namun Burhanuddin melihat sistem perbankan Indonesia masih tetap terjada dari tekanan tersebut karena tingginya CAR. Sedangkan NPL juga masih terjaga di bawah 5%

"Saya kira masih cukup terjaga," ujar Burhanuddin yang akan segera lengser 17 Mei mendatang ini.

Stabilitas Rupiah

Ditengah gejolak pasar finansial, BI juga terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hasilnya, dalam 6 pekan terakhir rupiah tetap terjaga meski mata uang lainnya bergejolak.

"Kita masih sangat hati-hati, tapi kalau di pasar valas kita terus cermati dan kita lakukan sehingga dalam 6 minggu terakhir ini kita lihat nilai tukar kita kan relatif stabil pada Rp 9.200 (per dolar AS)," pungkasnya.
(qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads