Perbankan Tak Hadapi Kesulitan dalam 6 Bulan Kedepan

Perbankan Tak Hadapi Kesulitan dalam 6 Bulan Kedepan

- detikFinance
Jumat, 04 Apr 2008 18:25 WIB
Perbankan Tak Hadapi Kesulitan dalam 6 Bulan Kedepan
Jakarta - Bank Indonesia melihat perbankan nasional masih cukup sehat. Upaya restrukturisasi perbankan sudah membuat perbankan kebal terhadap gejolak.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah dalam jamuan dengan kalangan perbankan di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (4/4/2008).

"Dari hasil uji stress testing yang dilakukan BI menunjukkan bahwa dengan skenario yang saya mengatakan sangat jauh skenario yang terburuk perbankan nasional kita masih memiliki pengaman yang cukup tinggi dari permodalan maupun dari likuiditas," ujarnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Upaya-upaya dalam restruktrurisasi dan upaya perbaikan membuat perbankan cukup kebal sehingga dengan kondisi dimana terjadi kenaikan laju inflasi suku bunga dan depresiasi rupiah yang cukup besar, perbankan masih cukup bertahan.

"Dan bahkan setelah kami lihat dalam jangka waktu yang cukup panjang kami tidak melihat kesulitan itu akan datang dalam waktu 6 bulan ke depan," ujarnya.

Meskipun demikian, BI tetap akan melakukan proses monitoring secara ketat. "Perlu kita melakukan surveillance, pengawasan karena kita melihat bahwa berbagai perkembangan sekarang ini ada yang perlu kita cermati dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Yang perlu dicermati antara lain penurunan harga saham, penurunan harga SUN yang kemungkinan nantinya berdampak pada perbankan.

"Kemudian nilai tukar rupiah juga dengan kemungkinan keluarnya akan mendorong peningkatan NPL pada kredit valas dan itu akan meningkatkan NPL pada kredit rupiah pada akhirnya dan pada gilirannya tentu akan dapat mengurangi jumlah modal, tetapi sebagaimana yang saya katakan tadi, dari hasil stress testing dengan asumsi-asumsi yang sangat berat sekalipun masih kita cukup bertahan," ujarnya.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads