Demikian salah satu pandangan dari Calon Gubernur BI Boediono dalam fit and proper test di Komisi XI, DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/4/2008). Menko Perekonomian ini memaparkan makalah dengan tema 'Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan Peran Sentral Bank Indonesia'.
"Dari segi pengendalian inflasi, sistem inflation-targetting yang sekarang diterapkan Bank Indonesia nampaknya masih dapat disempurnakan, baik dari segi prinsip-prinsipnya maupun dari segi pelaksanaannya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inflasi di negara-negara berkembang juga sering didominasi oleh perkembangan harga bahan-bahan kebutuhan pokok terutama pangan.
"Ini berarti bahwa dalam mengendalikan inflasi Bank Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pada sistem inflation-targetting murni, seperti yang dipraktekkan di negara-negara maju, tetapi harus didukung dengan berkoordinasi erat dengan otoritas pengambil kebijakan sektoral yang mempengaruhi arus barang," ujarnya.
Pengalaman di negara-negara lain menunjukkan bahwa sistem inflation-targetting memerlukan sistem manajemen informasi dan komunikasi yang efektif dengan pelaku pasar.
Tantangan lain bagi Bank Indonesia di bidang pengendalian inflasi di negara berkembang seluas Indonesia adalah inflasi di daerah.
Inflasi nasional, yang menjadi barometer bagi para pelaku pasar, sebenarnya adalah penjumlahan dari inflasi yang terjadi di daerah-daerah.
Gerak inflasi di daerah tidak jarang sangat bervariasi karena faktor-faktor lokal. Oleh karena itu, di masa mendatang Bank Indonesia perlu meningkatkan koordinasinya dengan instansi-instansi di daerah untuk dapat mengendalikan inflasi pada sumbernya yaitu di daerah.
(ddn/qom)











































