Pemilihan Boediono Kemungkinan Disepakati Secara Aklamasi

Pemilihan Boediono Kemungkinan Disepakati Secara Aklamasi

- detikFinance
Senin, 07 Apr 2008 13:37 WIB
Pemilihan Boediono Kemungkinan Disepakati Secara Aklamasi
Jakarta - Suasana adem ayem mewarnai sidang uji kelayakan Boediono di Komisi XI DPR. Apakah ini tandanya Boediono akan diterima secara aklamasi oleh DPR untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia?

Anggota DPR pun tidak terlalu memberikan pertanyaan yang sifatnya mencecar Boediono. Namun pertanyaan mengenai kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) tetap mengemuka.

"Mengenai BLBI ini saya bukan mau nyecar, saya hanya mau klarifikasi apa saran anda pada saat rapat-rapat yang dilakukan pemerintah pada saat perbankan kekurangan likuiditas pada saat itu. Apakah anda pernah menyetujui untuk pemberian fasilitas BLBI kepada bank-bank tertentu," ujar Anggota Komisi XI DPR, Dradjad Wibowo dalam rapat Komisi XI, DPR, Senayan, Jakarta, 7/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 3 orang kolega Boediono, lanjut Dradjad pernah masuk penjara. "Mengenai kolega anda ada 3 orang yang pernah masuk penjara akibat kebijakan ini, bagaimana perasaan anda melihat hal ini," tambahnya.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Habil Marati juga meminta penjelasan yang sama mengenai BLBI dari Boediono.

Selain itu, DPR juga menanyakan mengenai pendapat Boediono mengenai maraknya pemilikan asing atas bank di Indonesia, terakhir adalah pembelian BII oleh Maybank dan kaitannya dengan kebijakan Single Presence Policy.

"Kan Malaysia itu sudah punya Lippo, Niaga dan BII, bagaimana pandangan anda mengenai Maybank ini, lalu pandangan SPP terhadap bank BUMN bagaimana," ujar Dradjad.

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan juga tidak kalah adem ayemnya. Lewat satu orang anggotanya Ramson Siagian, PDI mempertanyakan mengenai kebijakan suku bunga sampai akhir tahun dan pelemahan dolar AS. Daya beli masyarakat juga menjadi perhatian Ramson.

"Bagaimana anda melihat daya beli masyarakat selama 3 tahun terakhir apakah menurun atau meningkat," tanya Ramson.

Sementara itu Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Amanat Nasional Rizal Djalil malah memuji Boediono sebagai sosok yang sederhana.

"Memang kepemimpinan sederhana seperti Pak Boed ini yang diperlukan, saya berapa tahun pernah ke Washington dengan Bu Retna (Retna Situmorang/Fraksi Partai Demokrat) saya melihat Pak Boed jalan kaki dari World Bank, itu merupakan cerminan kesederhanaan Pak Boed itu yang dibutuhkan oleh BI, bukan menghambur-hamburkan uang negara," ujarnya.

Pertanyaan yang lebih banyak mendukung Boediono ini kembali menguatkan sinyal DPR akan menerima secara aklamasi Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia. "Ada kemungkinan aklamasi," ujar anggota DPR yang tidak mau disebutkan namanya.
(ddn/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads