Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya di sela-sela peluncuran buku makroekonomi 2007 di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (7/4/2008).
"Harga turun dengan sale off berbeda, pasar tidak panik seperti tahun 2005 ada sale off dan redemption. Pasar hanya kaget saja, pasar quote and quote menghukum situasi dengan meminta yield yang tinggi, jadi tidak ada penjualan yang besar-besaran dalam kriteria sale off yang ada hanyalah kuotasi harga turun, sebab kalau saya lepas sekarang besok harga bisa turun lagi. Jadi lebih pada banyak menunggu dari pasar," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang dilakukan oleh BI adalah melakukan penarikan-penarikan SUN yang menurut bank itu dianggap itu turun, silakan monggo 14 hari SUN anda titipkan ke kami di BI, in return kami akan berikan likuiditas hari ke 14 akan kami kembalikan harganya tetap," ujarnya.
Jadi, lanjut Budi, itulah yang ditawarkan BI seperti yang dilakukan Bank Sentral AS The Fed untuk menjaga tidak terjadinya penurunan surat berharga.
"Memang isunya bukan likuidtas. Tetapi maknanya kita ingin berikan ke pasar bahwa SUN anda kami jaga simpan ke BI hari ke 14 silakan ambil lagi," ujarnya.
Selain itu BI juga melakukan penyesuaian besaran suku bunga fasilitas simpanan
Bank Indonesia (Fasbi) tidak lagi sebesar BI rate minus 500 bps tetapi BI rate minus 300 basis poin.
(ddn/ir)










































