Padahal manajemen risiko adalah salah satu pilar untuk kelangsungan hidup sebuah organisasi. Untuk organisasi bisnis seperti perbankan, manajemen risiko mutlak adanya. Tanpa manajemen risiko perbankan bisa terjerumus.
"Jadi, diperlukan sumber daya manusia yang handal agar mampu mengelola manajemen risiko perbankan supaya bank yang bersangkutan mampu mencapai target-target yang sudah direncanakan," ujar Widigdo Sukarman, Chairman Risk Management Center Indonesia (RMCI) dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (7/4/2008)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, ketersediaan sumber daya manusia yang dimaksud di sebagian besar bank nasional sebenarnya sudah cukup memenuhi kebutuhan bank yang bersangkutan.
"Tapi, untuk menerapkan manajemen risiko di industri perbankan yang sejalan dengan roadmap yang sudah dikeluarkan Bank Indonesia dan sesuai dengan Basel II Accord, praktisi perbankan perlu arah serta fokus yang jelas dan konkrit," tegasnya.
Melihat realitas ini, RMCI yang merupakan yayasan nir laba yang dibentuk oleh Bank Indonesia, akan berupaya mendukung praktisi perbankan dalam mengatasi berbagai kendala tersebut.
Konferensi Manajemen Risiko 2008 yang bertajuk Pendekatan Ideal dan Praktis dalam Penerapan Manajemen Risiko Operasional, Manajemen Risiko Kredit, dan Manajemen Data pendukung sesuai dengan Kebijakan Bank Indonesia pun digelar.
Diharapkan dengan seminar yang digelar pada 24-25 April 2008 di Nusa Dua Bali ini, kalangan praktisi perbankan akan mendapatkan solusi terbaik saat menerapkan manajemen risiko di industri mereka.
"Inisiatif bersama ini ditujukan untuk membantu perbankan nasional dalam menerapkan manajemen risiko secara lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan perbankan nasional," ujarnya.
"Fokus awal kami adalah Manajemen Risiko Operasional dengan membantu perbankan nasional dalam penerapannya sesuai dengan kebijakan Bank Indonesia dan iklim perbankan nasional," tambah Othman Z. Harahap, Direktur RMCI.
(ddn/ir)











































