Boediono, si Kuda Hitam

Boediono, si Kuda Hitam

- detikFinance
Senin, 07 Apr 2008 17:53 WIB
Boediono, si Kuda Hitam
Jakarta - Diterimanya Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia oleh Komisi XI DPR sudah diprediksi berbagai kalangan. Pekerjaan rumah yang berat pun menanti Boediono di Bank Indonesia.

Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi Aviliani ketika dihubungi detikFinance, Senin (7/4/2008).

"Itu sudah sesuai dengan prediksi, kuda hitam harus muncul, dan kuda hitamnya Pak Boediono. Pak Boediono sosok yang diterima banyak pihak," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah ada pekerjaan rumah yang akan menyita waktu Boediono di Bank Indonesia antara lain menjaga target inflasi tetap rendah namun di sisi lain, suku bunga juga harus rendah. "Ini harus bener supaya costnya tidak tinggi," ujarnya.

Boedion juga harus membuat kebijakan moneter yang pro dengan sektor riil, antara lain kebijakan pengaturan di non performing loan (NPL) perbankan yang berbeda-beda di setiap sektor kredit. Sehingga perbankan bisa lebih leluasa mengucurkan kredit ke sektor yang risikonya lebih tinggi seperti pertambangan dan pertanian.

"Sehingga nanti kredit ke sektor pertambangan dan pertanian akan mendapat porsi yang cukup," ujarnya.

Selain itu, dalam hal surat berharga negara. Selama ini pemerintah mengeluarkan Obligasi Ritel Indonesia dan Surat Utang Negara yang banyak diantaranya dibeli oleh asing, sehingga secara langsung negara berutang ke pihak asing.

"Kalau bisa dibolehkan pemerintah meminjam langsung ke perbankan nasional," ujarnya.

Boediono yang terkenal dengan pria yang sangat textbook ini harus mereformasi kebijakan di Bank Indonesia.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads