Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi Aviliani ketika dihubungi detikFinance, Senin (7/4/2008).
"Itu sudah sesuai dengan prediksi, kuda hitam harus muncul, dan kuda hitamnya Pak Boediono. Pak Boediono sosok yang diterima banyak pihak," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boedion juga harus membuat kebijakan moneter yang pro dengan sektor riil, antara lain kebijakan pengaturan di non performing loan (NPL) perbankan yang berbeda-beda di setiap sektor kredit. Sehingga perbankan bisa lebih leluasa mengucurkan kredit ke sektor yang risikonya lebih tinggi seperti pertambangan dan pertanian.
"Sehingga nanti kredit ke sektor pertambangan dan pertanian akan mendapat porsi yang cukup," ujarnya.
Selain itu, dalam hal surat berharga negara. Selama ini pemerintah mengeluarkan Obligasi Ritel Indonesia dan Surat Utang Negara yang banyak diantaranya dibeli oleh asing, sehingga secara langsung negara berutang ke pihak asing.
"Kalau bisa dibolehkan pemerintah meminjam langsung ke perbankan nasional," ujarnya.
Boediono yang terkenal dengan pria yang sangat textbook ini harus mereformasi kebijakan di Bank Indonesia.
(ddn/qom)










































