BNI Kurangi Porsi Utang Valas

BNI Kurangi Porsi Utang Valas

- detikFinance
Selasa, 08 Apr 2008 17:48 WIB
BNI Kurangi Porsi Utang Valas
Jakarta - Di tengah kondisi pasar yang sedang bergejolak, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menurunkan kebutuhan dana valasnya dari US$ 500 juta menjadi US$ 300 juta.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Treasury BNI Bien Subiantoro usai launching program undian tabungan BNI Taplus, di Gedung BNI 46, Jalan Jend. Soedirman, Jakarta, Selasa (8/4/2008).

"Kondisi perekonomian saat ini masih labil, dan bank-bank pun mengerem utang valas mereka," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakannya, untuk memenuhi kebutuhan valasnya, BNI saat ini lebih memilih untuk mendapatkan pinjaman sindikasi dari bank asing ketimbang menerbitkan obligasi karena kondisi pasar yang masih bergejolak sehingga kurang bagus untuk penerbitan obligasi.

"Untuk obligasi kita lihat dulu keadaan perekonomian pada semester II-2008," ujarnya. Bien menambahkan saat ini BNI sedang melakukan penjajakan dengan 3 bank asing untuk pemenuhan kebutuhan valasnya.

Bank Umum Syariah

Terkait rencana BNI untuk mendirikan Bank Umum Syariah dengan mengundang investor Timur Tengah yaitu ICD, Bien mengatakan perkiraan dana dari konsorsium yang dipimpin ICD untuk membuat BUS BNI adalah US$ 300 juta.

"ICD jadi lead dari beberapa investor Timur Tengah," imbuhnya. Dikatakannya pihaknya akan bertemu dengan ICD pada hari Kamis ini untuk membicarakan langkah selanjutnya.

BNI sendiri menurut Bien akan menyertakan modalnya untuk BUS ini minimal US$ 50 juta. Sementara mengenai unit usaha syariah BNI sendiri, Bien belum tau apakah akan dilebur ke BUS tersebut atau tidak.

"Belum ditetapkan, tapi bila dilebur dana kita di BUS bertambah, saat ini total aset unit usaha syariah BNI sebesar Rp 2 triliun," katanya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads