Hal ini disampaikan oleh Direktur Treasury BNI Bien Subiantoro usai launching program undian tabungan BNI Taplus, di Gedung BNI 46, Jalan Jend. Soedirman, Jakarta, Selasa (8/4/2008).
"Kondisi perekonomian saat ini masih labil, dan bank-bank pun mengerem utang valas mereka," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk obligasi kita lihat dulu keadaan perekonomian pada semester II-2008," ujarnya. Bien menambahkan saat ini BNI sedang melakukan penjajakan dengan 3 bank asing untuk pemenuhan kebutuhan valasnya.
Bank Umum Syariah
Terkait rencana BNI untuk mendirikan Bank Umum Syariah dengan mengundang investor Timur Tengah yaitu ICD, Bien mengatakan perkiraan dana dari konsorsium yang dipimpin ICD untuk membuat BUS BNI adalah US$ 300 juta.
"ICD jadi lead dari beberapa investor Timur Tengah," imbuhnya. Dikatakannya pihaknya akan bertemu dengan ICD pada hari Kamis ini untuk membicarakan langkah selanjutnya.
BNI sendiri menurut Bien akan menyertakan modalnya untuk BUS ini minimal US$ 50 juta. Sementara mengenai unit usaha syariah BNI sendiri, Bien belum tau apakah akan dilebur ke BUS tersebut atau tidak.
"Belum ditetapkan, tapi bila dilebur dana kita di BUS bertambah, saat ini total aset unit usaha syariah BNI sebesar Rp 2 triliun," katanya. (dnl/qom)











































