Hal ini terjadi karena pengganti gubernur bank sentral yang baru sudah disetujui oleh DPR yakni Boediono.
"Karena sudah ada gubernur yang pasti, sehingga dampaknya terhadap moneter minimal," ujar Anggota Komisi XI Dradjad Wibowo ketika dihubungi detikFinance, Kamis (10/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan reaksi pasar tidak negatif. Jangan sampai tugas dia (Burhanuddin) tidak ada yang mengontrol, mudah-mudahan tidak mengganggu fungsi deputi gubernur," ujarnya.
(ddn/qom)











































