Privatisasi Terancam Mundur, BTN Terbitkan EBA Rp 500 M

Privatisasi Terancam Mundur, BTN Terbitkan EBA Rp 500 M

- detikFinance
Jumat, 11 Apr 2008 12:22 WIB
Privatisasi Terancam Mundur, BTN Terbitkan EBA Rp 500 M
Jakarta -
Pelaksanaan privatisasi PT Bank Tabungan Negara (BTN) melalui IPO terancam
mundur dilakukan di tahun ini, karena kondisi pasar saham yang masih
bergejolak dan akan membuat tidak maksimalnya pelaksanaan IPO tersebut.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan BTN tidak akan memaksakan
untuk melakukan IPO jika kondisi pasar buruk, apalagi proses yang harus
dilalui masih cukup panjang. "Pemerintah melalui Komite Privatisasi sudah
menyetujui IPO BTN, sekarang tinggal proses di DPR, dan kalau dilihat dari
rencana kerja kami, memang dana hasil IPO ini akan digunakan untuk tahun
2009," tuturnya.

Meskipun begitu, Iqbal mengatakan BTN akan mempersiapkan semua proses agar
saat pasar sudah bagus pelepasan saham bisa langsung dilakukan. "Kita saat
ini juga sudah lakukan kuasi organisasi dalam rangka persiapan menjadi
perusahaan terbuka," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan IPO BTN akan diundur
karena kondisi pasar yang tidak bagus. ""Pasar sedang hancur-hancuran,
kasihan kalau BTN IPO jadi kita tunda dulu," ujarnya ketika ditemui di
kantornya kemarin (10/4/2008).

Direktur Treasury BTN Saut Pardede juga beranggapan dalam situasi sekarang
IPO memang tidak bisa dipaksakan. "Kalau kita paksakan maka pricing-nya
tidak pas, saat ini saham-saham BUMN terkoreksi sangat dalam," imbuhnya.

Saut mengatakan hal yang sama juga akan dilakukan pada penerbitan obligasi
BTN, dimana pasar menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan emisi
obligasi tersebut. "Kita sudah memilih penjamin emisi untuk obligasi yaitu
Trimegah, Danareksa dan Mandiri Sekuritas," ujarnya.

Dia menambahkan penerbitan obligasi dan IPO ini bisa saja tidak dilakukan
pada tahun ini kalau pasar masih buruk. "Bisa saja diundur, karena
keduanya (IPO dan obligasi) bukan semata-mata untuk likuiditas," katanya.

Iqbal mengatakan yang pasti BTN akan melakukan penerbitan sekuritisasi
aset di tahun ini dalam bentuk KIK EBA dimana proses di Bapepam sudah
selesai dilakukan."Kita sudah lakukan due dilligence, jumlahnya masih sama
Rp 500 miliar, dan kita mau jadi yang pertama dalam melakukan sekuritisasi
aset perumahan," ujarnya.

Pelaksanaan sekuritisasi aset ini dikatakan Saut adalah untuk menciptakan
pasar sekunder pada sektor perumahan, sehingga BTN bisa melakukan ekspansi
yang lebih besar," ujarnya.

Di tahun ini jika privatisasi dilakukan, BTN mentargetkan capaian laba
bersih sebesar Rp 472 miliar atau tumbuh 17,41 persen dibandingkan laba
bersih tahun 2007, dengan otustanding pertumbuhan kredit sebesar 21,18
persen atau mencapai 27,075 triliun.

Iqbal mengakui jika privatisasi gagal dilakukan tahun ini karena kondisi
pasar, pertumbuhan BTN memang akan sedikit melambat.
(dnl/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads