Privatisasi Terancam Mundur, BTN Terbitkan EBA Rp 500 M

Privatisasi Terancam Mundur, BTN Terbitkan EBA Rp 500 M

- detikFinance
Jumat, 11 Apr 2008 12:32 WIB
Privatisasi Terancam Mundur, BTN Terbitkan EBA Rp 500 M
Jakarta - Pelaksanaan privatisasi PT Bank Tabungan Negara (BTN) melalui IPO terancam mundur dilakukan di tahun ini, karena kondisi pasar saham yang masih bergejolak dan akan membuat tidak maksimalnya pelaksanaan IPO tersebut.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan BTN tidak akan memaksakan untuk melakukan IPO jika kondisi pasar buruk, apalagi proses yang harus dilalui masih cukup panjang.

"Pemerintah melalui Komite Privatisasi sudah menyetujui IPO BTN, sekarang tinggal proses di DPR, dan kalau dilihat dari rencana kerja kami, memang dana hasil IPO ini akan digunakan untuk tahun
2009," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun begitu, Iqbal mengatakan BTN akan mempersiapkan semua proses agar saat pasar sudah bagus pelepasan saham bisa langsung dilakukan. "Kita saat ini juga sudah lakukan kuasi organisasi dalam rangka persiapan menjadi perusahaan terbuka," katanya.

Sebelumnya, Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan IPO BTN akan diundur karena kondisi pasar yang tidak bagus. "Pasar sedang hancur-hancuran, kasihan kalau BTN IPO jadi kita tunda dulu," ujarnya ketika ditemui di kantornya kemarin (10/4/2008).

Direktur Treasury BTN Saut Pardede juga beranggapan dalam situasi sekarang IPO memang tidak bisa dipaksakan. "Kalau kita paksakan maka pricing-nya tidak pas, saat ini saham-saham BUMN terkoreksi sangat dalam," imbuhnya.

Saut mengatakan hal yang sama juga akan dilakukan pada penerbitan obligasi BTN, dimana pasar menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan emisi obligasi tersebut. "Kita sudah memilih penjamin emisi untuk obligasi yaitu Trimegah, Danareksa dan Mandiri Sekuritas," ujarnya.

Dia menambahkan penerbitan obligasi dan IPO ini bisa saja tidak dilakukan pada tahun ini kalau pasar masih buruk. "Bisa saja diundur, karena keduanya (IPO dan obligasi) bukan semata-mata untuk likuiditas," katanya.

Iqbal mengatakan yang pasti BTN akan melakukan penerbitan sekuritisasi aset di tahun ini dalam bentuk KIK EBA dimana proses di Bapepam sudah selesai dilakukan. "Kita sudah lakukan due dilligence, jumlahnya masih sama Rp 500 miliar, dan kita mau jadi yang pertama dalam melakukan sekuritisasi aset perumahan," ujarnya.

Pelaksanaan sekuritisasi aset ini dikatakan Saut adalah untuk menciptakan pasar sekunder pada sektor perumahan, sehingga BTN bisa melakukan ekspansi yang lebih besar," ujarnya.

Di tahun ini jika privatisasi dilakukan, BTN menargetkan capaian laba bersih sebesar Rp 472 miliar atau tumbuh 17,41 persen dibandingkan laba bersih tahun 2007, dengan otustanding pertumbuhan kredit sebesar 21,18 persen atau mencapai 27,075 triliun.

Iqbal mengakui jika privatisasi gagal dilakukan tahun ini karena kondisi pasar, pertumbuhan BTN memang akan sedikit melambat. (dnl/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads