Pernyataan tersebut disampaikan Boediono usai Salat Jumat dikantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (11/4/2008). Boediono sebelumnya menerima 3 Deputi Gubernur BI yakni Siti Fadjrijah, Hartadi Sarwono dan Ardhayadi.
Tidak tampak Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad dan Budi Rochadi. Sementara Deputi Gubernur BI Budi Mulya sedang diperiksa KPK, dan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom sedang cuti. Pertemuan tersebut merupakan yang pertama sejakΒ Burhanuddin ditahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti yang memimpin itu deputi gubernur yang paling lama menjabat. Tadi pak Hartadi bilang, saat dia yang in charge karena ibu Miranda sedang cuti. Nanti kalau bu Miranda sudah datang, akan berubah lagi," jelasnya.
"Intinya, yang disampaikan bahwa proses di Bank Indonesia berjalan dengan baik, tidak ada masalah. Saya senang sekali mendengar itu, dan sangat menghargai itu. Sehingga BI bisa mengatasi masalah transisi," imbuhnya.
Menurut Boediono, konsultasi seperti ini harus tetap dilakukan agar persepsi dari luar tetap bagus.
"Saya senang fungsi-fungsi BI, pengawasan dan pembayaran tetap dapat dilaksanakan. Dan saya comfortable dengan yang ada saat ini," katanya.
Boediono juga meyakini bahwa penahanan Burhanuddin tidak akan memberi pengaruh ke pasar.
"Insya Allah saya kira tidak ada pengaruhnya ke pasar. Kita harapkan mudah-mudahan tidak ada," kata Boediono.
Saat ditanya apakah ada ketakutan dari dirinya mengingat 2 Gubernur BI sebelumnya ditahan, Boediono memilih tak mau berkomentar.
(qom/ir)











































