Moody's: Penetrasi Pasar Syariah RI Kurang Dalam

Moody's: Penetrasi Pasar Syariah RI Kurang Dalam

- detikFinance
Senin, 14 Apr 2008 15:41 WIB
Jakarta - Pasar perbankan syariah di Indonesia tumbuh sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Namun sayang pangsa pasarnya masih saja secuil, yakni hanya kurang dari 2% atau sekitar US$ 3 miliar.

"Rendahnya penetrasi itu dalam opini Moody's, terutama dikontribusikan oleh rendahnya tingkat perubahan dari peraturan yang terkait dan juga institusinya. Melalui beberapa perubahan penting, sepertinya perbankan syariah Indonesia akan mendapatkan momentum," ujar Christine Kuo, analis dari Moody's seperti dikutip dari AFP, Senin (14/4/2008).

Menurut Moody's, penetrasi pasar syariah yang relatif tinggi terjadi di Brunei Darussalam. Sementara jasa perbankan syariah di Filipina, Singapura dan Thailand masih terhitung kecil dilihat dari ujuran asetnya,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Moody's menilai, pertumbuhan industri perbankan syariah di Asia masih memerlukan dukungan yang lebih besar dari regulator. Malaysia misalnya, dengan dukungan yang besar dari regulator, industri perbankan syariahnya bisa mencatat pertumbuhan yang pesat.

"Kami percaya bahwa pengalaman Malaysia dalam 3 dekade terkahir menunjukkan bagaimana pentingnya regulator dan perlu tetap terus untuk pertumbuhan sektor perbankan syariah," jelas Kuo.

Menurutnya, reformasi yang telah dilakukan Malaysia dalam 20-30 tahun terakhir telah banyak membantu pesatnya pertumbuhan industri syariah di negara tersebut.

"Adopsi berbagai isentif, termasuk keringanan pajak telah terbukti membuat bisnis ini berkembang," jelasnya.

Kuo mengungkapkan, perbankan syariah Malaysia kini mengambil porsi sekitar 15,4% atau US$ 62 miliar dari total aset perbankan Malaysia.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads