"Kenapa perkembangan kita baru 2-3 persen, bukan orang yang menerima transaksi syariah yang kurang, orang yang menyimpan uangnya, yang menginvestasikan uangnya di bank syariah yang kurang," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Hal itu disampaikan Kalla saat membuka Semiloka dan Kongres Forum Mahasiswa Syariah di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (16/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Syariah sekali tidak karena kita memakai kata mudaraf,Β musafar, jadi semua transaksi yang tidak haram itu syariah. Namun tentu kita juga harus menjalankan secara benar," kata pria berkumis tipis itu.
Kalla mencontohkan, di Timur Tengah, sebenarnya banyak transaksi hanya dengan kulitnya syariah, meski sebenarnya jika didalami prinsipnya tidak betul-betul syariah.
"Tapi intinya tidak juga banyak. Kenapa? karena tidak mudah bagi mereka menjaga kepercayaan 100%. Kalau ingin menjalankan bank syariah 100% murni Islamiyah dibutuhkan suatu derajat kepercayaan 100% kedua belah pihak," ujar Kalla.
"Jadi syariah harus didalami dengan keyakinan. Tidak hanya karena dia berbahasa Arab sehingga investasinya sudah betul. Harus dimengerti dengan betul-betul," lanjutnya.
(ken/qom)










































