Mandiri Salurkan Rp 4,9 M ke Petani Tebu

Mandiri Salurkan Rp 4,9 M ke Petani Tebu

- detikFinance
Kamis, 17 Apr 2008 12:04 WIB
Mandiri Salurkan Rp 4,9 M ke Petani Tebu
Jakarta - Bank Mandiri mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 4,9 miliar kepada pengusaha kecil menengah dan 383 petani tebu binaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX Semarang, Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo dalam siaran pers, Kamis (17/4/2008).

Sampai dengan 11 April 2008, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 715,47 miliar atau tumbuh Rp 27,47 miliar dari periode 31 Maret 2008 lalu sebesar Rp 688 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus untuk wilayah Purworejo, telah disalurkan kredit senilai Rp 12,10 miliar, termasuk penyaluran KUR di Jawa Tengah yang telah mencapai Rp 52,82 miliar dengan jumlah debitur 2.154 orang.

Pemberian kredit UKM termasuk KUR didasarkan atas analisa bank terhadap kelayakan usaha dari para calon debitor.

"Kami sangat mengedepankan profesionalisme dan integritas dari pejabat pemutus kredit yang menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dengan melakukan kajian mendalam baik dari sisi bisnis maupun dari sisi risiko atau four-eye principle, sehingga apapun yang diputuskan dalam memutus kredit benar benar berdasarkan penilaian di lapangan," ujarnya.

3 Orang pengusaha UKM jadi perwakilan penerima kredit yakni Mimin, pedagang Angkringan menerima kredit senilai Rp 5 juta dan 2 debitor lainnya, yaitu Rumiyati, usaha kelontong, menerima kredit senilai Rp 5 juta dan Waryati, usaha catering sebesar Rp 3 juta.

Penyaluran KUR tersebut bersamaan dengan kunjungan kerja Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan di Desa Grebeg, Kecamatan Grebeg, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

Sampai dengan akhir tahun 2008, Bank Mandiri menargetkan penyaluran KUR 2008 sebesar Rp 1 triliun. Sampai dengan bulan April ini saja telah lebih dari Rp 700 miliar kredit tersalurkan untuk sekitar 1.174 debitor individual dan 16.264 debitor linkage koperasi.

KUR tersebut telah disalurkan ke beberapa sektor ekonomi yaitu 16.511 debitur di sektor pertanian, perburuan dan sarana pertanian, 85 debitur di sektor industri pengolahan, 92 debitur di sektor konstruksi, 553 debitur di sektor perdagangan, restoran dan hotel, 52 debitur di sektor jasa dunia usaha dan 145 debitur di sektor jasa sosial.

KUR adalah kredit umum maupun kredit program untuk tujuan produktif yang memenuhi kriteria limit kredit Rp 500 juta, suku bunga maksimal 16% dan untuk jaminannya melalui penjaminan dari PT Askrindo dan Perum Sarana Pengembangan Usaha (SPU).

Pembiayaan Kelapa Sawit

Bank Mandri juga pada hari ini menandatangani Perjanjian Kredit Revitalisasi Perkebunan antara Bank Mandiri dengan 2.085 petani kelapa sawit yang diwakili oleh Ketua Koperasi Perkebunan (Kopbun) Kayung Lestari Mandiri dan Koperasi Perkebunan (Kopbun) Tuah Kencana Permai.

Jumlah kredit yang diberikan Rp 160 milyar untuk membangun kebun kelapa sawit milik petani plasma seluas 4.190 hektar, yang berlokasi di Ketapang, Kalimantan Barat. Untuk terlaksananya pembangunan kebun petani plasma dengan baik dan terjaminnya pembelian hasil produksi, petani plasma ini bermitra dengan PT Agro Lestari Mandiri dan PT Kencana Graha Permai yang juga bertindak sebagai kebun inti.

Rafjon Yahya, Senior Vice President Bank Mandiri menjelaskan sampai dengan tanggal 17 April 2008 Bank Mandiri telah merealisasikan Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) sebesar Rp 1,727 triliun dengan luas lahan 49.398 Ha atas nama 41 Koperasi Unit Desa.

Penyaluran kredit Program Revitalisasi Perkebunan ini akan diarahkan pada sentra-sentra perkebunan yang tersebar di wilayah Riau dan Sumut, Sumbar, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Sulawesi.

(ddn/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads