Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi Aviliani dalam diskusi di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Kamis (17/4/2008).
Menurut Aviliani sepanjang tahun 2007 banyak perusahaan yang melunasi pinjaman ke bank. Dampaknya adalah menurunnya porsi kredit korporasi perbankan, dan menumbuhkan jumlah penerbitan obligasi oleh korporasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah terjadi pelunasan-pelunasan pinjaman tersebut, perbankan mulai mengurangi porsi kredit korporasinya. Bukan karena mereka melirik potensi kredit menengah bawah, tapi lebih karena korporasi mulai mengurangi opsi pinjaman bank," ujar Aviliani.
Pelunasan kredit korporasi pada tahun 2007 merupakan dampak dari kinerja perusahaan-perusahaan yang semakin baik.
"Kinerja yang positif tersebut, kemudian mendorong perusahaan-perusahaan lebih konfiden dalam menerbitkan surat utangnya sendiri yaitu obligasi. Itulah sebabnya jumlah penerbitan obligasi meningkat drastis," ulas Aviliani.
Opsi menerbitkan obligasi, ia menambahkan, juga dikarenakan profil resiko yang lebih aman dibanding opsi-opsi lainnya.
"Menerbitkan obligasi lebih aman secara resiko dari pada melakukan right issue atau lainnya," jelas Aviliani.
(dro/ddn)











































