"Jumlah obligasi senilai Rp 500 miliar merupakan updating dari rencana sebelumnya yang sebesar Rp 400 miliar," ujar Direktur Utama Bank Muamalat, Riawan Amin, di gedung BEI, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Kamis (17/4/2008).
Namun sebelumnya, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS yang akan diadakan 23 April 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi obligasi ini tidak memberikan bunga. Rasio bagi hasilnya pun saat ini belum dipastikan," jelas Riawan.
Dana penerbitan obligasi rencananya akan digunakan untuk pengembangan sistem teknologi informasi sebanyak 25%. Kemudian, sebanyak 25% dana akan digunakan untuk pengembangan bisnis. Sisanya sebesar 50% akan digunakan untuk pembelian kantor pusat baru.
Bank Muamalat telah menunjuk tiga perusahaan sebagai penjamin pelaksana emisi, yaitu PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas.
Pada tahun 2007 lalu, total aset Muamalat sebesar Rp10,56 triliun. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan aset sebesar 32,57% menjadi Rp 14 triliun.
Pertumbuhan aset tersebut akan dikontribusikan dari kas internal (equity) sebesar Rp 1,5 triliun. Sementara sisanya akan berasal dari pembiayaan tahun ini yang ditargetkan sebesar Rp 12,5 triliun.
"Pertumbuhannya memang konservatif sekitar 30%. Tetapi kalau bisa lebih, tentu bagus," ulas Riawan.
(dro/qom)











































