Obligasi Rp 500 Miliar Bank Muamalat Terbit Juni

Obligasi Rp 500 Miliar Bank Muamalat Terbit Juni

- detikFinance
Kamis, 17 Apr 2008 17:42 WIB
Obligasi Rp 500 Miliar Bank Muamalat Terbit Juni
Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia berencana menerbitkan obligasi Mudharabah subordinasi senilai Rp 500 miliar pada Juni 2008. Sebelumnya, perseroan akan meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pekan depan.

"Jumlah obligasi senilai Rp 500 miliar merupakan updating dari rencana sebelumnya yang sebesar Rp 400 miliar," ujar Direktur Utama Bank Muamalat, Riawan Amin, di gedung BEI, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Kamis (17/4/2008).

Namun sebelumnya, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS yang akan diadakan 23 April 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Obligasi mudharabah adalah instrumen investasi surat berharga jangka panjang yang didasarkan prinsip syariah. Dalam rencana penerbitan obligasi ini, Bank Muamalat wajib memberikan pendapatan dalam bentuk bagi hasil kepada nasabah pemegang obligasi. Selain itu, pihaknya juga wajib membayarkan dana investasi pada saat jatuh tempo.

"Jadi obligasi ini tidak memberikan bunga. Rasio bagi hasilnya pun saat ini belum dipastikan," jelas Riawan.

Dana penerbitan obligasi rencananya akan digunakan untuk pengembangan sistem teknologi informasi sebanyak 25%. Kemudian, sebanyak 25% dana akan digunakan untuk pengembangan bisnis. Sisanya sebesar 50% akan digunakan untuk pembelian kantor pusat baru.

Bank Muamalat telah menunjuk tiga perusahaan sebagai penjamin pelaksana emisi, yaitu PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas.

Pada tahun 2007 lalu, total aset Muamalat sebesar  Rp10,56 triliun. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan aset sebesar 32,57% menjadi Rp 14 triliun.

Pertumbuhan aset tersebut akan dikontribusikan dari kas internal (equity) sebesar Rp 1,5 triliun. Sementara sisanya akan berasal dari pembiayaan tahun ini yang ditargetkan sebesar Rp 12,5 triliun.
 
"Pertumbuhannya memang konservatif sekitar 30%. Tetapi kalau bisa lebih, tentu bagus," ulas Riawan.
 



 



(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads