Bank Berlomba Kucurkan KUR

Bank Berlomba Kucurkan KUR

- detikFinance
Kamis, 17 Apr 2008 19:47 WIB
Bank Berlomba Kucurkan KUR
Surabaya - Setelah Bank Mandiri mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani tebu senilai Rp 4,9 miliar, giliran Bank Negara Indonesia (BNI) mengucurkan kredit serupa.

BNI menyalurkan kredit KUR kepada petani sayur di Purworejo, Jawa Tengah. Dirut BNI Gatot M Suwondo memberikan kredit kepada 3 perwakilan petani tebu dengan disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Gatot, sejak diluncurkan bulan Desember lalu, BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 607,3miliar di seluruh Indonesia, di Jawa Tengah sendiri BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 115 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ke depan BNI akan lebih fokus lagi dalam penyaluran kredit di segmen UKM," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (17/4/2008).

Dari total kredit 2007 sebesar Rp 88,46 triliun, porsi kredit UKM masih menempati urutan terbesar yakni 43 persen, sisanya adalah kredit korporasi, konsumer dan pembiayaan syariah.

Sementara itu di Jatim, Bank Pembangunan Daerah, Bank Jatim akan memberikan pinjaman kepada petani tebu untuk menghindari keterikatan petani tebu pada rentenir yang memberikan bunga tinggi. Program baru ini diharapkan sesegera mungkin dilaksanakan.

Pinjaman yang dimaksudkan yakni pinjaman uang cash yang diperlukan petani tebu untuk tanam baru. Petani tebu biasanya baru dibayar setelah masa pengolahan tebu menjadi gula rampung. Proses itu memakan waktu 3 bulan.

"Selama ini petani tebu pinjam uang cash ke rentenir dengan bunga tinggi antara 10-15 persen perbulan," ucap Direktur Utama Bank Jatim Muljanto saat jumpa pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Bank Jatim, Jalan Basuki Rahmat, Kamis (17/4/2008).

Besarnya bunga pada pinjaman Bank Jatim kepada petani sebesar 4 persenperbulan atau sekitar Rp 13 persen selama 3 bulan, sesuai dengan suku bunga pasar. Suku bunga ini jauh lebih kecil dibanding dengan pinjaman pada rentenir.

Pemberian pinjaman dengan suku bunga pasar ini bertujuan untuk meringankan beban petani sembari menunggu uang dari hasil panennya. Nantinya secara efektif akan menggerakkan ekonomi petani.
(bdh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads