Sementara rugi per saham tercatat 1,02 dolar, yang berarti lebih besar dari proyeksi para analis sebesar 95 sen.
Citigrup dalam pengumumannya, Jumat (18/4/2008) menjelaskan, kerugian itu terutama disebabkan oleh hasil dari pendapatan tetap dan biaya kredit konsumer yang lebih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, selama triwulan I-2008, valuasi dari investasi yang berhubungan dengan subprime di pasar pendapatan tetap terus turun, sementara biaya kredit terus naik.
"Selain faktor negatif di pasar luar, kami terus mendapatkan momentum melalui pertumbuhan volume dari berbagai produk dan wilayah kami," imbuhnya.
Untuk kuartal berikutnya, Citigroup akan melanjutkan divestasi aset non strategis dan mengalokasikan modal untuk berbagai produk di seluruh cabangnya untuk mendongkrak pendapatan.
Pendapatan Citigroup selama triwulan I-2008 mencapai US$ 13,2 miliar, atau anjlok hingga 48%. Hal itu dipicu oleh hapus buku dari investasi yang berhubungan dengan subprime dan tingginya komitmen pinjaman.
Saham-saham di bursa Eropa langsung melonjak setelah keluarnya laporan keuangan Citigroup tersebut. Data tersebut membuat ekspektasi bahwa yang terburuk dari krisis finansial akan segera berakhir.
Seperti dikutip dari AFP, indeks FTSE 100 London naik 1,22% menjadi 6.053,10, DAX Frankfurt naik 1,6%, CAC Paris naik 1,3%, Indeks Euro Stoxx 50 naik 1,57%. Kenaikan indeks saham di Eropa itu dipicu oleh melejitnya harga saham-saham perbankan.
(qom/ddn)
