Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat malam (18/4/2008).
"Kita menggunakan sesuai kebutuhan saja, tapi kan Pak Hadiyanto (Dirjen Kekayan Negara) tugasnya memang menginventaris semua kekayaan atau BMN, dan dievaluasi sesuai dengan program kita 2008 kan sedapat mungkin itu bisa diselesaikan," jelasnya.
Jadi ditegaskan Menkeu, pemerintah masih akan melihat besaran daya serap untuk menyerap sukuk yang diterbitkan pemerintah.
"Kalau nanti berapa yang mau dipakai, kebutuhan sukuk kita lihat marketnya, kesiapan dan instrumen itu sendiri mengenai biaya atau harga yang harus kita nilai," ucapnya.
Di tempat yang sama Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan instrumen sukuk ini targetnya akan diterbitkan pertama kali pada Agustus 2008. "Mengenai besarannya kita lihat pasarnya dulu," imbuhnya.
Jumlah besaran yang akan diterbitkan belum ditentukan pemerintah, karena masih melihat besaran potensi di dalam dan luar negeri. (dnl/qom)











































