Â
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo ketika ditemui di Kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (18/4/2008) malam.
"Kita akan tercapai optimis, untuk Bank Mandiri di tahun 2007 pun kita bisa tumbuh di UMKM sekitar 40 persen, dan di korporat dan komersil kita bisa tumbuh di 27 persen. Jadi kalau sekarang kita untuk lending kita bisa capai 22 persen itu karena kemarin ada infrastruktur proyek yang belum teralisasi," ujarnya.
Agus mengatakan meskipun situasi global saat ini dinilai cukup memprihatinkan, namun harga-harga komoditas masih melambung tinggi, hal ini akan menopang pertumbuhan kredit perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keoptimisan ini juga dikatakan Agus didorong oleh pertumbuhan daya beli yang memperlihatkan kenaikkan selama kuartal I-2008 ini.
"Daya beli masyarakat kalau kamu amati menunjukkan pertumbuhan yang baik dari penjualan mobil, motor, semen, itu menunjukkan pertumbuhan yang baik dan kita juga tahu pemerintah sudah melakukan revisi APBN, dan revisi tersebut kami yakini termasuk pembiayaan defisitnya pemerintah sudah punya strategi, kalau itu dilakukan akan membuat pasar menjadi tenang walaupun di global kondisinya cukup memprihatinkan," paparnya.
Dari perspektif bisnis, kata Agus, Bank Mandiri optimistis target pertumbuhan kreditnya akan tercapai karena Indonesia masih memiliki komoditas-komoditas andalan yang akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.
"BI kan membuat stress test adalah kalau tingkat bunganya naik, atau exchange rate-nya berubah, kita ingin sampaikan secara volume bisnis akan kita capai angka itu dan karena kita melihat indonesia ada ketakutan akibat inflasi yang tinggi, tetapi Indonesia memiliki komoditi yang diandalkan yang nanti akan menjadi primadona," jelasnya.
Untuk ke depannya di tahun ini Bank Mandiri memiliki komitmen untuk terus melakukan penandatanganan komitmen kredit kepada industri di sektor energi dan perkebunan. "KUR kita tumbuh, yang kita anggarkan 1 tahun itu Rp 1 triliun, kita sampai Maret itu sudah Rp 700 miliar artinya pertumbuhannya baik sekali," katanya.
Alternatif Pinjaman
Setelah membatalkan rencana penerbitan obligasi senior atau senior debt, Bank Mandiri mendapatkan alternatif pinjaman sekitar US$ 700 juta dari 4 bank asing yang menjadi koresponden bank Mandiri.
"Kita kemarin tunda senior debt karena memang kondisi memang tidak memungkinkan kita untuk mengambil dengan kondisi pricing seperti itu," katanya.
Â
Agus melanjutkan dengan batalnya penerbitan senior debt tersebut perseroan langsung menggantinya dengan mengambil pinjaman dengan jangka waktu yang lebih pendek yaitu sekitar 1-2 tahun. "Jadi bukan 5 tahun, dan kita langusng dapatkan jumlahnya sekitar US$ 700 juta dari koresponden bank," katanya..
Akan tetapi Agus masih enggan memberitahukan nama bank yang telah bersedia untuk memberikan pinjaman kepada Bank Mandiri. "Kita tidak mau sebut nama bank, US$ 700 juta ada 4 bank yang support kita, asing semua," ujarnya.
Â
(dnl/qom)











































