BoE Injeksikan US$ 100 Miliar ke Sistem Perbankan Inggris

BoE Injeksikan US$ 100 Miliar ke Sistem Perbankan Inggris

- detikFinance
Sabtu, 19 Apr 2008 15:59 WIB
BoE Injeksikan US$ 100 Miliar ke Sistem Perbankan Inggris
London - Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) akan memompakan dana lagi sekitar 50 miliar poundsterling atau setara US$ 99,9 miliar ke sistem perbankannya pada pekan depan.

Seperti dikutip dari BBC, Sabtu (19/4/2008) BoE akan menerbitkan obligasi berjangka waktu 1 tahun, namun bisa diperpanjang hingga tiga tahun kedepan. Surat berharga itu akan ditukarkan dengan aset surat berharga berbasis mortgage yang tidak dapat dijual oleh bank sehubungan dengan krisis kredit global.

"Ini akan menjadi prakarsa khusus terbesar yang dilakukan otoritas moneter Inggris dalam rangka memasok likuiditas dalam sistem perbankan Inggris," tulis BBC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BoE berharap skema ini akan memacu perbankan Inggris untuk saling meminjam lagi dan juga menyalurkan KPR. Perbankan Inggris kini sedang mencari pembiayaan dengan jangka lebih panjang dari BoE untuk mengisi kebutuhan finansialnya menyusul kolapsnya pasar surat berharga berbasis mortgahge.

Sejumlah bank di Inggris kini dikabarkan sedang mencari tambahan modal. Misalnya Royal Bank of Scotland (RBS) dikabarkan sedang mencari suntikan modal untuk memperbaiki keuangannya setelah terkena gamparan krisis subprime dan juga membengkaknya biaya akuisisi ABN Amro.

Harian The Daily Telegraph menuliskan, RBS kemungkinan harus menambah modal antara US$ 10-24 miliar dalam bentuk penerbitan saham baru untuk memperbaiki keuangannya pada pekan depan.

Sementara Financial Times yang mengutip sumber terdekat RBS menyatakan bahwa penerbitan saham baru atau rights issue itu merupakan salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan. Namun ditegaskan bahwa manajemen RBS belum mengambil keputusan apapun.

Langkah tersebut kemungkinan akan diikuti oleh bank-bank Inggris lainnya. Seperti diketahui, bank-bank besar di dunia kini sedang berjuang memperbaiki performanya setelah menderita kerugian akibat krisis subprime mortgage.

Seperti Citigroup yang baru saja mengumumkan kerugian sebesar US$ 5,1 miliar pada kuartal I-2008, setelah melakukan hapus buku hinggaUS$ 6 miliar.

Daily Telegraph
juga menuliskan bahwa keuangan RBS ikut terseret meningkatnya biaya akuisisi ABN Amro. Seperti diketahui, konsorsium RBS, Fortis dan Banco sepakat membeli ABN Amro senilai US$ 100 miliar di tahun 2007. Transaksi itu juga sekaligus menjadi yang terbesar dalam sejarah sektor perbankan.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads