Dinilai Berisiko Tinggi, 3 Industri Dihindari Perbankan

Dinilai Berisiko Tinggi, 3 Industri Dihindari Perbankan

- detikFinance
Senin, 21 Apr 2008 10:07 WIB
Dinilai Berisiko Tinggi, 3 Industri Dihindari Perbankan
Jakarta - Perbankan masih saja menghindari pemberian kredit untuk sejumlah industri karena dinilai memiliki risiko tinggi selama triwulan I-2008.

Industri tekstil atau garmen dan pengolahan kayu masih saja menduduki posisi teratas dalam daftar industri yang dihindari untuk pemberian kredit perbankan hingga triwulan I-2008.

Hal ini disebabkan oleh sulitnya industri tekstil Indonesia untuk bersaing dengan produk tekstil impor yang berasal dari China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara penyaluran kredit untuk industri pengolahan kayu masih dihindari karena terkait dengan upaya menghindari illegal logging.

Menurut hasil survei Permintaan Kredit BI untuk triwulan I-2008, yang dikutip detikFinance, Senin (21/4/2008), sektor bangunan atau secara khusus properti mal juga dihindari karena dianggap sudah over supply sehingga berisiko tinggi.

Survei perbankan ini dilaksanakan BI secara triwulanan terhadap bank-bank umum yang berkantor pusat di Jakarta yang mewakili sekitar 80% total kredit nasional.

Mayoritas responden menyatakan bahwa pemberian kredit investasi pada triwulan I-2008 mengalami peningkatan, sebagaimana ditunjukkan dengan angka neto tertimbang sebesar 89,7%, lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2007.

Untuk suku bunga dana dan kredit pada triwulan I-2008 tercatat mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya. Rata-rata cost of fund (rupiah) pada triwulan I-2008 sebesar 6,27%, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (6,41%) sementara rata-rata cost of loanable funds (rupiah) sebesar 8,62% lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 8,87%

Penurunan suku bunga dana dan kredit (rupiah) diperkirakan akan berlanjut pada triwulan II-2008. Untuk suku bunga penghimpunan dana rupiah diperkirakan rata-rata sebesar 6,20%.

Sedangkan rata-rata terendah suku bunga kredit rupiah diperkirakan pada kredit modal kerja sebesar 12,98%. Seperti halnya suku bunga dana dan kredit rupiah, rata-rata suku bunga dana dan kredit valas pada triwulan II-2008 menunjukkan penurunan (kecuali kredit konsumsi).

Rata-rata suku bunga dana diperkirakan sebesar 3,11%, sedangkan rata-rata terendah suku bunga kredit valas diperkirakan pada kredit modal kerja, sebesar 7,18%.


(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads