Oleh karena itu pertumbuhan kredit perseroan di triwulan I-2008 ini tidak akan lepas dari fokusnya kepada UKM.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan Riyanto dalam jumpa pers di sebuah rumah makan di kawasan Setiabudi, Jakarta, Rabu (23/4/2008).
"Untuk kredit komersil porsinya dijaga di level 30 persen dan sisanya 10 persen adalah kredit konsumer," tambahnya.
Untuk sumber dana kredit, Riyanto mengatakan saat ini perseroan masih mengandalkan sumber dana murah melalui tabungan. "Karena itu di tahun ini kami juga gencar tingkatkan dana tabungan," ujarnya.
Selain itu mengenai keikutsertaan perseroan dalam pemberian kredit untuk proyek PLN 10.000 MW, Riyanto mengatakan memang benar Bukopin memenangkan tender pembiayaan sebesar Rp 2,6 triliun untuk proyek PLTU Pacitan dan PLTU Teluk Naga, karena dari pertimbangan bisnis proyek ini cukup menjanjikan.
"Kita tertarik untuk ikut serta dalam pembiayaan ini karena memang proyeknya dijamin oleh pemerintah, selain itu pengenaan ATMR yang dikenakan adalah sebesar 0 persen jadi tidak mempengaruhi CAR kita," tuturnya.
Untuk CAR, Riyanto mengatakan perseroan tetap menjaga level CAR di kisaran 12 persen, dimana level CAR saat ini adalah 13 persen. "CAR kita masih mencukupi untuk melakukan ekspansi kredit, karena dengan CAR 1 persen, kita masih bisa ekspansi sekitar Rp 1-2 triliun," jelasnya.
(dnl/ddn)











































