Direktur Penelitian dan Pengembangan BI Halim Alamsyah menjelaskan nominal pertumbuhan kredit tersebut sudah melebihi Rp 1.100 triliun. Pernyataan ini tentu menepis kekhawatiran sejumlah perbankan yang pesimistis pertumbuhan kredit tahun ini hanya sekitar 22%.
"Sampai minggu ketiga April ini pertumbuhan kredit masih tinggi. Dari angka sementara yang ada sudah diatas 30%," katanya usai Sosialisasi Kajian Stabilitas Keuangan di Gedung BI, Jakarta, Rabu (23/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Halim pun memprediksi momentum yang mendukung pertumbuhan kredit ini bisa terus terjaga sampai akhir tahun ini. Hal ini terlihat dari beberapa proyek besar yang sudah mulai menarik dana pinjamannya.
Kondisi ini diharapkan bisa terus berjalan meskipun perbankan cenderung lebih berhati-hati dalam meluluskan permohonan kredit demi menekan risiko kreditnya. (lih/ir)
