Ace Insurance Bidik Perorangan

Ace Insurance Bidik Perorangan

- detikFinance
Kamis, 24 Apr 2008 14:34 WIB
Surabaya - Penetrasi asuransi di pasar sangat rendah. Banyak orang masih menganggap asuransi hanya untuk orang kaya. Padahal risiko besar yang dihadapi sebagian besar para pekerja seperti supir dan kuli bangunan.

Ace Insurance salah perusahaan asuransi yang bermarkas di Singapura mencoba menarik konsumen dari kalangan perseorangan yang sangat potensial di Indonesia. Mereka menargetkan lima tahun kedepan pelanggan dari kalangan perseorangan akan lebih tinggi dari kalangan perusahaan.

Saat ini kata Soekarno Hadisumarto Chief risk Officer Ace Indonesia untuk Ace Insurance, konsumen yang paling banyak masih dari kalangan perusahaan. Dan konsumen dari kalangan perusahaan mencapai 60 persen sedangkan kalangan perseorangan atau ritel masih 40 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Target kita 75 persen dari retail atau perseorangan dan 25 persen dari kalangan corporate. Tapi ini dengan catatan konsumen dari kalangan perusahaan tidak berkurang," kata Soekarno Hadisumarto Chief risk Officer Ace Indonesia dalam Media Gathering di Ruang Wijaya Hyatt Hotel Jalan Basuki Rahmat, Kamis (24/4/2008).

Pelanggan ritel kata Soekarno masih sangat menjanjikan di Indonesia. Pasalnya jumlah penduduk semakin tahun semakin meningkat. Peningkatan jumlah perusahaan di Indonesia menurutnya bisa dikatakan stagnan.

"Analisa kami secara lokal pasar retail lebih menjanjikan karena dilatarbelakangi populasi penduduk yang meningkat," tuturnya.

Soekarno menambahkan penghasilan perusahaan pada kwartal pertama tahun 2007 mencapai 20 ribu US Dollar. Dan jumlah konsumen meningkat setiap tahunnya. "kita menargetkan pelanggan kita naik 20-30 persen tahun ini," tandasnya.

Untuk menjaring pelanggan kalangan retail mereka meluncurkan produk prima proteksi dengan premi yang terjangkau. Dan cara pembayaran yang mudah. Premi Ace Prima Proteksi ini sebesar Rp 138 ribu per tahun.

"Kita tidak membatasi dari kalangan mana dari supir sampai kuli bangunan," pungkasnya. (fat/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads