Laba Bersih BII Melesat 72%

Laba Bersih BII Melesat 72%

- detikFinance
Kamis, 24 Apr 2008 16:47 WIB
Laba Bersih BII Melesat 72%
Jakarta - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) berhasil mencetak kenaikan laba bersih hingga 72% menjadi Rp 198 miliar pada kuartal I-2008.

Sementara pendapatan bunga bersih tumbuh sebesar 15% menjadi Rp 715 miliar dan pertumbuhan 10% pada pendapatan operasional (bruto) menjadi Rp348 miliar pada kuartal I-2008 dibandingkan kuartal I-2007.

"Kinerja kami saat ini sangat menjanjikan dan sesuai dengan harapan. Perkembangan yang pesat telah terealisasi dalam peningkatan kredit inti dan simpanan serta membaiknya penyisihan kerugian kredit. Meskipun inflasi terus meningkat sejak akhir tahun 2007, biaya-biaya dapat dikendalikan dengan baik," kata Presdir BII, Henry Ho dalam siaran persnya, Kamis (24/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ia mengakui bahwa ketidakpastian yang berkelanjutan dalam pasar uang dunia dan tekanan persaingan yang kuat, ketatnya spread kredit, tekanan inflasi dengan kenaikan harga pangan dan minyak bisa berdampak pada keseluruhan kinerja ekonomi secara luas dan industri perbankan di Indonesia.

Terkait pendapatan bunga bersih yang tumbuh 15%, dibandingkan minus 8% yang dicetak pada tahun lalu, menurut Henry hal itu mencerminkan 2 hal.

Pertama, peningkatan pada komposisi pendanaan, dengan sumber pendanaan berbiaya murah dalam bentuk giro dan tabungan, yang saat ini mencapai 47% dari total simpanan nasabah, dibandingkan dengan 41% tahun sebelumnya. Giro naik 29% sedangkan tabungan meningkat 12%.

Kedua, BII terus memfokuskan pada perbaikan komposisi asetnya dengan mengurangi ketergantungan pada obligasi dan surat berharga, dengan terus meningkatkan keuntungan dari kredit. Jumlah kredit yang disalurkan kepada nasabah naik menjadi Rp 34,2 triliun dibandingkan dengan Rp 26,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu, atau tumbuh 29%.

Setelah melakukan analisa portofolio kredit yang mendalam selama tahun 2007, yang mencakup biaya penyisihan kredit untuk anak perusahaan pembiayaan sepeda motor yaitu PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM), biaya kredit menurun dibandingkan kuartal sebelumnya. Biaya penyisihan kerugian kredit turun dari Rp 477 miliar pada kuartal terakhir tahun 2007 menjadi Rp213 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2008.

Biaya operasional dapat dikendalikan, dengan kenaikan hanya 10% pada biaya overhead dibandingkan kuartal pertama 2007. Saat ini WOM sudah semakin kuat dan diharapkan dapat mencatat keuntungan pada tahun 2008.

Sementara pendapatan operasional lainnya sedikit turun 1% menjadi Rp287 miliar sejalan dengan kebijakan Bank untuk melepas sebagian investasi jangka pendek setelah mempertimbangkan kondisi pasar dengan seksama.

Analisa kredit secara menyeluruh dan pengawasan kredit yang ketat telah berhasil memperbaiki tingkat kredit bermasalah (NPL) bersih BII menjadi 2,20% dari 3,89% pada kuartal pertama tahun 2007. Sementara CAR BII tercatat 20,52%.


(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads