Kredit tersebut ditujukan untuk 15 koperasi mitra binaan Pabrik Gula (PG) Gempolkerep, PG Watoetoelis, PG Djombang Baru, PG Kremboong dan PG Toelangan.
"Ada 2.227 petani plasma tebu yang merupakan anggota dari kelima pabrik gula tersebut akan menerima fasilitas kredit dari Bank Mandiri untuk masa tanam 2008/2009," ujar Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kata Budi, pihaknya juga telah menyalurkan kredit sebesar Rp 14,52 Miliar untuk 20 koperasi yang juga masih di bawah binaan PG Gempolkerep PTPN X.
Budi menambahkan, khusus untuk pengembangan tebu yang termasuk dalam program Kemitraan Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) itu, pihaknya menargetkan akan menyalurkan total kredit sebesar Rp 215 Miliar di tahun2008.
Penyaluran kredit tersebut didasari bahwa prospek industri perkebunan dan pengolahan gula masih cukup baik. Sementara produksi gula nasional belum mencukupi kebutuhan atau permintaan nasional. Kebutuhan gula nasional sebanyak 3,4 juta ton pertahun belum diimbangi dengan produksi gula nasional yang hanya sebesar 2,3 juta ton per tahun, sehingga sebagian kebutuhan gula dalam negeri masih diimpor.
Sedangkan untuk keseluruhan program KKP-E, Bank Mandiri menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 400 Miliar di tahun 2008 ini. Selain pengembangan tebu sebesar Rp 215 Miliar, juga ada kredit pengembangan padi, jagung dan kedelai dengan plafon sebesar Rp 12 Miliar, pengembangan ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan sorgun sebesar Rp 85 Miliar.
Untuk kredit pengembangan komoditas cabai, bawang merah, kentang, piang dan jahe dialokasikan sebesar Rp 25 Miliar, pengadaan pangan sebesar Rp 16 Miliar, pengembangan komoditas peternakan sapi potong, sapi perah, pembibitan sapi, ayam buras, ayam ras, itik dan burung puyuh sebesar Rp 41 Miliar dan pengembangan komoditas perikanan sebesar Rp 6 miliar.
(fat/qom)











































