Kenaikan laba ini didukung oleh kenaikan kenaikan pendapatan operasional sebesar 69% menjadi Rp 211 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 132 miliar.
Serta didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih 4% menjadi Rp 619 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 596 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, total aset meningkat 10% menjadi Rp 41 triliun dari Rp 37 triliun periode yang sama tahun lalu. Dana giro meningkat 30% dari Rp 5,9 triliun menjadi Rp 7,7 triliun, sedangkan tabungan meningkat 19% dari Rp 6,0 triliun padaakhir Maret 2007 menjadi Rp 7,2 triliun pada akhir Maret 2008.
Terkait dengan peningkatan kinerja Perseroan, Direktur Utama Permata Bank Stewart D Hall mengatakan, pencapaian yang sangat bagus ini menunjukkan bahwa perjalanan transformasi PermataBank berada di jalur yang tepat.
"Di kuartal pertama ini kami secara signifikan meningkatkan kemampuan distribusi dengan membuka cabang-cabang baru di kota-kota baru, serta meningkatkan jumlah terminal EDC. Kami juga meluncurkan produk KPR yang inovatif, yaitu KPR Bijak, yang merupakan terobosan dan produk pertama di Indonesia yang mensinergikan pinjaman kepemilikan rumah dengan rekening tabungan," tutur Hall yang didapat detikFinance, Selasa (29/4/2008).
Pada triwulan I-2008, Loan to Deposit Ratio (LDR) PermataBank meningkat menjadi 93,6% dibandingkan dengan 87,5% pada periode yang sama tahun lalu). Posisi permodalan yang kuat pada akhir Maret 2008, dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 13,4%.
Non Performing Loan (NPL) bersih menjadi 1,4% pada 31 Maret 2008 dari 3,5% pada periode yang sama tahun lalu. (ir/qom)











































