Penurunan kinerja ini sebagian besar disebabkan oleh volatilitas dalam portofolio pendapatan tetap Lippo Bank. Hal tersebut disampaikan Direktur Treasury Gottfried Tampubolon dalam siaran pers, Rabu (30/4/2008).
"Walaupun mayoritas dari portofolio pendapatan tetap Lippo Bank berupa obligasi pemerintah Republik Indonesia, krisis subprime mortgage di Amerika Serikat telah berdampak negatif kepada pasar dalam periode triwulan I-2008. Walaupun demikian, kami mengharapkan pemulihan dalam semester kedua tahun 2008," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit Tumbuh
Sedangkan pertumbuhan kredit Lippo Bank tercatat sebesar 62% year-on-year menjadi Rp 21,187 miliar secara konsolidasi untuk periode tahun buku yang berakhir 31 Maret 2008.
Portofolio kredit LB terdiri dari 40% kredit komersial/SME, 31% kredit korporasi dan 29% kredit consumer (termasuk piutang pembiayaan yang disalurkan melalui PT Kencana Internusa Artha Finance, anak perusahaan LB.
"Sekitar 69% dari pertumbuhan kredit telah disalurkan kepada segmen UKM dan konsumer, yang mana mereka terus menjadi fokus dan bagian penting dari pertumbuhan kredit LB," ujar CEO Lippo Bank Henk Mulder.
(ddn/ir)











































