Sebaliknya dari sisi pendapatan bunga bersih (belum diaudit) naik sebesar 22% atau sekitar Rp 66,39 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara dari sisi total aset, Bank Bukopin mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,1% menjadi Rp 34,47 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 31,03 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara berkesinambungan kami akan mengoptimalisasikan komposisi dana pihak ketiga ini dengan memprioritaskan pada peningkatan dana murah," ujar Glen Glenardi, Direktur Utama Bank Bukopin dalam siaran pers, Senin (5/5/2008).
Rasio Kecukupan Modal (CAR) setelah memperhitungkan risiko kredit dan risiko pasar mencapai 12,63%, lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 16,84%. Penurunan ini disebabkan oleh naiknya Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) akibat tumbuhnya portofolio kredit.
Total outstanding pinjaman atau kredit (gross) sebesar Rp 20,43 triliun pada triwulan I-2008 atau naik 36,34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 14,92 triliun. Sejalan dengan peningkatan ini, rasio pinjaman terhadap total simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) juga meningkat secara signifikan mencapai 72,56% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 58,85%.
Angka NPL gross yang terus membaik dari 3,96% pada 31 Maret 2007 membaik menjadi 3,62% pada posisi yang sama tahun ini.
(ir/qom)











































