BI Rate Harus Tetap 8%

BI Rate Harus Tetap 8%

- detikFinance
Senin, 05 Mei 2008 16:38 WIB
BI Rate Harus Tetap 8%
Jakarta - Untuk mempertahankan kondisi perekonomian khususnya di pasar modal, tingkat suku bunga BI Rate harus tetap dipertahankan di level 8 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Selasa (6/4/2008) besok.

Hal ini disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Avilliani ketika ditemui di Kantor Bappenas, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (5/4/2008)

"Menurut saya BI Rate harus dipertahankan karena dampaknya sangat buruk lebih banyak, satu terhadap pasar modal karena orang akan berekspektasi bunga lebih tinggi sehingga SUN akan dilepas. Jadi biarkansaja BI rate 8 persen karena spread dengan The Fed kan sudah 6 persen masih bagus. Tidak perlu lagi kita memakai teori antara inflasi dengan suku bunga," tuturnya.

Selain itu, kata Aviliani, perbankan juga akan mengalami masalah tambahan NPL jika BI Rate dinaikkan karena tingkat inflasi yang tinggi.

"Dimana orang akan melihat suku bunga yang naik adalah beban bagi industri, dampaknya buruk bagi pasar modal maupun perbankan," ujarnya.

Investasi asing juga diyakini tidak akan keluar kalaupun BI Rate tidak dinaikkan. Dengan BI Rate 8%, Indonesia akan dinilai sebagai negara yang memberikan imbal hasil cukup baik.

Malahan, menurut Avi kemungkinan BI rate untuk turun lebih besar mengingat jarak atau selisih dengan suku bunga The Fed masih cukup lebar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi menurut saya jangan dulu karena untuk saat ini risikonya juga tinggi kita tidak perlu mengikuti suku bunga berdasarkan inflasi, kita harus melihat negara lain memberikan yield yang tinggi atau tidak. Ternyata yield yang tinggi di kita dengan 8 persen orang masih masukkan dana, jadi ngapain kita naikkan," paparnya.

Jika BI rate diturunkan maka arus aliran dana yang masuk akan jauh lebih tinggi lagi. "Itu yang kita takutkan bubble itu tadi, pemerintah juga kalau ingin buy back SUN juga akan jadi masalah, sekarang kita harus kurangilah dana luar negeri," ucapnya.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads