Menurut Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom, stabilnya cadangan devisa tersebut diantaranya dipicu oleh surplusnya Neraca Pembayaran Indonesia masih surplus.
"Perkembangan neraca ini berdampak pada stabilnya cadangan devisa pada akhir April 2008 yang mencapai US$ 58,8 miliar atau setara 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," ujar Miranda usai RDG BI di Gedung BI, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Namun fluktuasi rupiah masih terjaga yang tercermin dari tingkat volatilitas yang menurun dari 0,6% menjadi 0,2%," sambungnya. (lih/qom)











































