Kredit Tumbuh 28,1% Maret 2008

Kredit Tumbuh 28,1% Maret 2008

- detikFinance
Selasa, 06 Mei 2008 16:41 WIB
Kredit Tumbuh 28,1% Maret 2008
Jakarta - Fungsi intermediasi perbankan selama Maret 2008 meningkat. Hal itu terlihat dari pertumbuhan kredit pada Maret 2008 sebesar Rp 34,2 triliun menjadi Rp 1.080,1 triliun.
 
Jika dilihat dari persentasenya, kredit dalam setahun tumbuh 28,1% atau naik dari sebelumnya yang hanya 26,6%.

Sementara NPL gross yang turun dari 4,78% menjadi 4,33% dan NPL net dari 2,1% jadi 1,78%. Untuk DPK turun menjadi Rp 1.466,2 triliun, sehingga LDR meningkat jadi 73,7%.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior yang juga pejabat Gubernur BI, Miranda S Goeltom saat memaparkan hasil RDG BI di Gedung BI, Jakarta, Selasa (6/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inflasi April

Terkait inflasi bulan April 2008 tercatat sebesar 0,57% atau secara tahunan (April 2007-April 2008) menjadi 8,96%. Angka ini meningkat cukup tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada Maret 2008 yang sebesar 8,17%.
 
Di sisi inflasi inti, tekanan inflasi yang kuat dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi masyarakat yang bersumber dari meningkatnya harga komoditas di pasar dunia dan adanya ekspektasi pasar akan kenaikan harga BBM.
 
"Hal ini didukung oleh Survei Konsumen dan Survei Pedagang Eceran yang menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi masyarat dalam tren meningkat," ujar Miranda.

Kelompok harga barang yang ditentukan pemerintah secara bulanan juga meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini terkait dengan tersendatnya pasokan dan distribusi minyak tanah di beberapa daerah.
 
Kedepannya, tantangan stabilitas makroekonomo masih akan berat. Apalagi melihat tingginya harga komoditas internasional dan resiko anjloknya pertumbuhan ekonomi dunia.
 
Bank Indonesia akan terus mencermati kondisi pasar dan mengidentifikasi sumber tekanan inflasi. BI juga akan mengendalikan inflasi dengan piranti moneter, baik BI Rate, pengendalian volatilitas nilai tukar, penyerapan ekses likuiditas dan optimalisasi Operasi Pasar Terbuka.
 
"BI berpandangan bahwa langkah-langkah yang ditenpuh pemerintah untuk mengamankan APBN 2008 dapat menjaga kepercayaan pelaku pasar dan mengurangi ketidakpastian, yang pada gilirannya akan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," tambah Miranda.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads