Hal ini dikatakan Dirut BTN Iqbal Latanro disela-sela acara pembukaan Apconex (The Asia Pacific Conference and Exhibition on Financial Transpormation) di Jakarta Convention Center, Rabu (7/5/2008).
"Kita sudah memutuskan untuk menunda sambil mengevaluasi dampak dari gejolak yang terjadi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai kenaikan tingkat suku bunga acuan BI Rate menjadi 8,25%, menurutnya belum otomatis mempengaruhi kenaikan tingkat suku bunga kredit.
"Kan ada time leg siapa tahu nanti kita menaikkan suku bunga kredit malah kondisi perekonomian membaik, jadi kita optimistis dulu," katanya.
Dia mencontohkan dari situasi kenaikan BBM 2005 yang dampaknya terasa juga sampai 2006. Waktu itu menurutnya gejala inflasi yang tinggi tidak berlangsung lama sehingga situasi ekonomi kembali stabil dan suku bunga bunga bisa turun. (ir/qom)











































