Kenaikan Harga BBM Ganggu Kinerja Kredit

Kenaikan Harga BBM Ganggu Kinerja Kredit

- detikFinance
Rabu, 07 Mei 2008 15:54 WIB
Kenaikan Harga BBM Ganggu Kinerja Kredit
Jakarta - Kenaikkan harga BBM akan mengganggu daya beli masyarakat dan pada akhirnya akan menurunkan kinerja kredit konsumer.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Prsiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja usai menghadiri acara pembukaan Apconex 2008 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5/2008).

"Dengan kenaikkan BBM, kredit itu bisa dikompensasi misalnya dari pertambangan, perkebunan dan juga seperti power plan permintaannya masih cukup besar. Itu yang coba kita kompensasikan dari situ. Kalau target kita (2008) Rp 10-12 triliun masih bisa dicapai, tapi kalau kredit konsumen tidak bisa, yang semula 30% mungkin 15%," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun mengganggu dalam kredit konsumer, Jahja mengatakan BCA masih optimis bisa mencapai target pertumbuhan kredit seperti rencananya semula.

"Target masih bisa tercapai, cuma bidang bisnis yang berbeda," ujarnya.

Mengenai kenaikkan BI Rate menjadi 8,25%, Jahja mengatakan sampai saat ini BCA belum akan menaikkan tingkat suku bunga pinjamannya.

"Kalau naiknya 0,25% tidak berpengaruh masih bisa di-handle perbankan, jadi tidak perlu tingkatin suku bunga kalau pendanaan cukup. Pengaruh ke lending ada kenaikan BBM, tapi di plantation ada opsi, mereka butuh kredit jadi kita akan beralih ke situ, plantation, perkebunan, telekomunikasi," paparnya.

Jadi disimpulkannya dengan kenaikkan harga BBM kemungkinan besar kredit untuk sektor perumahan dan kendaraan bermotor akan menurun, namun BCA tetap mempertahankan target yang akan dicapai.

"BI Rate belum ada pengaruh, kala sampai 100 basis poin mungkin ada pengaruh, sampai 9 persen masih tidak menggangu. Namun yang harus diperhatikan dampak BBM sendiri," ujarnya.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads