BI Prihatin Pembajakan Karyawan antar Bank

BI Prihatin Pembajakan Karyawan antar Bank

- detikFinance
Jumat, 09 Mei 2008 11:45 WIB
BI Prihatin Pembajakan Karyawan antar Bank
Jakarta - Bank Indonesia (BI) tidak menutup mata terhadap aksi saling bajak karyawan oleh perbankan di Indonesia. BI menilai pembajakan terjadi karena kurangnya pasokan Sumber Daya Manusia (SDM)

Deputi Gubernur BI, Muliaman Hadad mengatakan BI banyak mendapat laporan soal terjadinya pembajakan karyawan di sejumlah bank karena bank saat ini banyak melakukan ekspansi.

"Ke depannya BI harus berbicara dengan provider seperti univertas atau training center untuk dapat menciptakan SDM perbankan yang cukup banyak sehingga tidak perlu lagi terjadi pembajakan seperti ini," kata Muliaman yang menolak menyebutkan nama bank-bank itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu dikatakan Muliaman, disela-sela acara wisuda Sekolah Staff dan Pimpinan Bank atau Sespibank angkatan 47 dan 48, di gedung Serbaguna kampus LPPI, Jalan Kemang Raya, Jakarta, Jumat (9/5/2008).

"Saat ini kan bank ekspansinya besar sekali, buka cabang di daerah dan itu membutuhkan dukungan SDM yang cukup banyak. Jadi sudah waktunya Indonesia berkoordinasi dengan provider atau perbankan untuk memenuhi kebutuhan perbankan," urai Muliaman.

Sebelumnya Ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Agus Martowardojo pernah mengatakan, agar tidak terjadi pembajakan harus dilakukan komunikasi antar institusi.

Menurut Agus, jika hanya seorang karyawan yang mundur lalu pindah ke bank lain itu tidak masalah. Tetapi jika mundur dalam jumlah besar lalu pindah ke tempat lain, tentu saja bisa mengganggu.

Kebutuhan SDM Mendesak

Muliaman juga mengatakan kebutuhan SDM di industri perbankan Indonesia sangat ini sudah sangat mendesak di tengah situasi perekonomian yang terus berkembang.

"Saya melihat kebutuhan SDM meningkat karena saat ini sulit mencari SDM perbankan yang mumpuni di tengah tingginya prospek industri perbankan," katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) dengan terus menghasilkan tenaga perbankan yang handal telah memberikan kontribusi untuk membangun industri perbankan.

"Persoalan yang dihadapi perbankan saat ini berbeda dengan 10 atau 4 tahun lalu, berbagai macam krisis yang kita ikuti perkembangannya baik yang muncul dari dalam maupun luar perlu kita respons," ujarnya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads