"Ini bagian dari pasar operasi terbuka, tidak ada kerugian, dan tidak ada uang yang hilang, jadi membuat nilai tukar rupiah stabil itu menjadi penting seperti saat ini," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono.
Hal tersebut disampaikan Hartadi dalam fit and proper test di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu BI melakukan recycle likuiditas kalau pasar butuh supply dolar kita intervensi supaya supply-nya berjalan dan nilainya stabil," ujarnya.
"Apalagi saat ini dengan kenaikan harga minyak permintaan valas dari Pertamina dan PLN sangat tinggi, sehingga kita masuk pasar untuk menjaga supply," tambahnya.
Mengenai rencana kenaikan BBM, menurutnya akan mendorong inflasi naik 2-3 persen.
"Ya memang ini akan bergerak terus dengan situasi yang terjadi kita juga akan memberikan proposal kepada pemerintah mengenai perubahan asumsi inflasi di tahun ini," ujarnya.
(ddn/ir)











































