Perolehan laba tersebut didorong oleh peningkatan pembiayaan BSM, dari semula Rp 7,65 triliun pada akhir Maret 2007 menjadi Rp 11,15 triliun pada periode yang sama tahun 2008 atau tumbuh sebesar 45,75%.
BSM dalam siaran persnya, Selasa (13/5/2008) menjelaskan, peningkatan laba tersebut juga didukung oleh pertumbuhan pendapatan fee based semula Rp 44,40 miliar Kuartal I tahun 2007 menjadi Rp 58,41 miliar pada Kuartal I tahun 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu komponen DPK yang berdana murah adalah Tabungan. Posisi Tabungan BSM terus mengalami pertumbuhan, dari Rp 2,86 triliun pada akhir Maret 2007 menjadi Rp 4,24 triliun pada akhir Maret 2008.
Jumlah rekening dana konsumer BSM terus mengalami peningkatan, semula 765.109 rekening pada akhir Maret 2007 menjadi 1.059.522 rekening pada akhir Maret 2008. Demikian pula rata –rata pertumbuhan rekeningnya terus mengalami peningatan, dari rata-rata 24.082 rekening per bulan pada periode Januari-Desember 2007 menjadi rata-rata 28.317 rekening per bulan pada periode Januari-Maret 2008.
Kinerja lainnya per kuartal I-2008 adalah CAR 12,03%, FDR 91,05%, Return on Equity (RoE) 22,64%, Return on Asset (RoA) 2,05%.
(qom/ir)











































