Kenaikan BBM Tidak Ganggu Pertumbuhan Kredit Bank

Kenaikan BBM Tidak Ganggu Pertumbuhan Kredit Bank

- detikFinance
Kamis, 22 Mei 2008 17:08 WIB
Kenaikan BBM Tidak Ganggu Pertumbuhan Kredit Bank
Jakarta - Kenaikkan harga BBM yang akan diterapkan pemerintah sebesar 28,7 persen tidak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan kredit perbankan di tahun ini. Bank Indonesia (BI) menilai target pertumbuhan kredit perbankan sebesar 24 persen di tahun ini tetap akan tercapai.
 
Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengatakan dengan adanya kenaikkan BBM, BI Rate dan juga inflasi yang tinggi memang akan mengubah pertumbuhan kredit menjadi di bawah pencapaian pertumbuhan kredit kuartal I-2008 yang sebesar 29 persen. Tapi masih tetap akan mencapai target 24 persen.
 
"Saya tidak melihat kenaikan BBM sebagai suatu revisi, kalau anda melihat angka pertumbuhan kredit perbankan yang 29 persen (kuartal I-2008) itu sudah lebih jauh melebihi business plan perbankan. Sehingga dampak BI Rate naik, inflasi tinggi dan situasi sekarang itu pasti ada adjustment di pertumbuhan kredit, tapi diharapkan adjustment-nya dari 29 persen ke 24 persen sesuai perkiraaan original target, dimana itu tidak membahayakan bagi kegiatan ekonomi," paparnya usai menghadiri pelantikan Gubernur BI yang baru Boediono di Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (22/5/2008).
 
Sementara itu Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad mengungkapkan kondisi perbankan saat ini cukup kuat dalam menahan gejolak sehingga masih ada optimisme mengenai kinerja kredit. Tapi Muliaman meminta para bankir untuk memonitor terus perkembangan yang terjadi.
 
"Para bankir tolong memonitor perkembangan ini, lakukan stress test dalam kondisi masing-masing, misalnya demand for landing masih tetap ada. Fokus kepada mikro menurut saya mesti sekarang karena demand-nya masih cukup besar," jelasnya.
 
Situasi ekonomi yang cukup guncang saat ini dikatakan Muliaman menuntut perbankan untuk lebih pandai dalam melihat potensi bisnis yang ada.
 
"Bukan berarti tidak ada risiko, terkait dengan BBM itu bedakan antara dampak sektor riil dan lending. Kalau lending saya melihat tahun ini masih tetap dalam track sampai pertengahan tahun ini akan dirilis, so far kalau kita tanya ke bank, demand for lending masih cukup kuat," tuturnya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads