"Besok kami akan menandatangani MoU untuk proyek power plant Poso Energy sebesar Rp 150 miliar," ujar Direktur Komersil BBKP, Mikrowa Kirana, usai RUPST di gedung pusat Bukopin, Jl MT Haryono, Jakarta, Kamis (22/5/2008).
Proyek pembangkit listrik di Poso merupakan proyek milik PT Poso Energy dengan kapasitas 3X65 Megawatt (MW). Total nilai proyek ini sekitar Rp 4-5 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, BBKP juga telah mengucurkan kredit proyek power plant milik PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) sebesar Rp 118 miliar.
"Dengan proyek power plant Poso, total penyaluran proyek power plant kami menjadi 11 proyek," ujar Mikrowa.
BBKP juga akan mengucurkan kreditnya di proyek power plant Teluk Naga-Pacitan. Beberapa waktu yang lalu, BBKP baru saja memenangkan tender dalam proyek tersebut.
"Total nilainya sekitar Rp 2,8 triliun. Namun belum masuk MoU, baru menang tender. Tapi kemungkinan akan dilakukan tahun ini," ujar Mikrowa.
Suku Bunga Kredit
Sementara mengenai dampak kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) terhadap tingkat suku bunga BBKP, perseroan menyatakan belum akan menaikkan tingkat suku bunganya pada triwulan II 2008 ini.
"Saat ini suku bunga kredit kami masih di kisaran 12-13%. Namun tentunya kami akan melakukan penyesuaian, tidak di triwulan II ini, tapi di triwulan III," ungkap Direktur Utama BBKP, Glen Glenardi.
Namun, Glen belum dapat memberikan informasi mengenai tingkat kenaikannya. "Kita lihat dulu perkembangannya," ujar Glen.
(dro/qom)











































