Tekan Inflasi, BI Rate Harus 10%

Tekan Inflasi, BI Rate Harus 10%

- detikFinance
Minggu, 25 Mei 2008 15:44 WIB
Jakarta - Tingkat suku bunga acuan BI Rate hingga akhir tahun ini harus mencapai 10 persen. Hal ini untuk menekan inflasi akibat kenaikan harga BBM.

Hal tersebut disampaikan ekonom Bank BRI Djoko Retnadi dalam acara diskusi bulanan Indonesia Economic Intelligence (IEI) di Kawasan Tebet, Jakarta, Minggu (25/5/2008).

"BI Rate harus meningkat sampai akhir tahun 10% kalau nilai tukar tidak terganggu maka BI Rate tidak terganggu," ujar Djoko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ia yakin hingga Juni 2009 nanti inflasi akan meluruh sehingga berdampak kembali pada penurunan BI Rate hingga 8%. Kenaikan suku bunga juga perlu untuk mencegah pelarian modal ke luar negeri atau capital outflow.

Sementara itu Chief Economist Indonesia Economic Intelligence (IEI) dan Staf Khusus Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu RI Sunarsip mengatakan kenaikan BBM sebesar 30% diperkirakan akan menaikan inflasi 1% secara langsung.

Sedangkan dengan adanya dampak lanjutan diperkirakan akan mencapai dua kali lipat dari dampak langsungnya. Sehingga diproyeksikan akan mendongkrak inflasi sebesar 3 % ditambah kenaikan harga makanan maka inflasi 2008 akan tembus mencapai 10%-12%.
 
Besarnya potensi inflasi ini akan berdampak pada naiknya BI Rate yang tentunya akan mendongkrak suku bunga kredit baik konsumsi maupun investasi.
 
"Dalam kondisi normal dan secara historikal BI Rate berada 2% diatas tingkat inflasi dan suku bunga kredit investasi (KI) dan kredit modal kerja (KMK) sekitar 5%-6% di atas BI Rate," ujar Sunarsip.
 
Menurutnya pada kondisi BI Rate sekarang yang mencapai 8,25% suku suku bunga KMK/KI sekitar 12,49%-12,81%.

Selain itu juga, lanjut Sunarsip, pertumbuhan NPL berkorelasi positif dengan kenaikan inflasi. Maka ketika inflasi naik sekitar 1% diperkirakan NPL juga akan meningkat.
(hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads