Hal tersebut disampaikan ekonom Bank BRI Djoko Retnadi dalam acara diskusi bulanan Indonesia Economic Intelligence (IEI) di Kawasan Tebet, Jakarta, Minggu (25/5/2008).
"BI Rate harus meningkat sampai akhir tahun 10% kalau nilai tukar tidak terganggu maka BI Rate tidak terganggu," ujar Djoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Chief Economist Indonesia Economic Intelligence (IEI) dan Staf Khusus Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu RI Sunarsip mengatakan kenaikan BBM sebesar 30% diperkirakan akan menaikan inflasi 1% secara langsung.
Sedangkan dengan adanya dampak lanjutan diperkirakan akan mencapai dua kali lipat dari dampak langsungnya. Sehingga diproyeksikan akan mendongkrak inflasi sebesar 3 % ditambah kenaikan harga makanan maka inflasi 2008 akan tembus mencapai 10%-12%.
Â
Besarnya potensi inflasi ini akan berdampak pada naiknya BI Rate yang tentunya akan mendongkrak suku bunga kredit baik konsumsi maupun investasi.
Â
"Dalam kondisi normal dan secara historikal BI Rate berada 2% diatas tingkat inflasi dan suku bunga kredit investasi (KI) dan kredit modal kerja (KMK) sekitar 5%-6% di atas BI Rate," ujar Sunarsip.
Â
Menurutnya pada kondisi BI Rate sekarang yang mencapai 8,25% suku suku bunga KMK/KI sekitar 12,49%-12,81%.
Selain itu juga, lanjut Sunarsip, pertumbuhan NPL berkorelasi positif dengan kenaikan inflasi. Maka ketika inflasi naik sekitar 1% diperkirakan NPL juga akan meningkat.
(hen/ddn)











































