Bank Mandiri masih optimistis mencapai pertumbuhan kredit 22%. Keyakinan itu didasarkan pengalaman di tahun 2005, dimana Bank Mandiri masih mampu mempertahankan profitabilitasnya meski ada dua kali kenaikan harga BBM.
Demikian disampaikan Dirut Bank Mandiri, Agus Martowardojo di Plasa Bapindo, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (29/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara salah satu segmen kredit Bank Mandiri adalah pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor yang sedang booming sehingga walaupun BBM baru saja dinaikkan dan harga minyak dunia sedang tinggi, kami tetap optimis target-targat dapat tercapai," imbuhnya.
Sementara EVP Coordinator Finance and Strategy Chief Financial Office Bank Mandiri Pahala N Manshuri menambahkan, Bank Mandiri bisa saja mengubah target sesuai dengan perkembangan ekonomi makro.
"Dan BI sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan RKP, batas waktunya hingga akhir Juni 2008. Namun sampai saaat ini kami belum melihat adanya kemungkinan melakukan revisi, tapi kami akan tetap melakukan evaluasi," pungkasnya.
(qom/ddn)











































