Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Gatot M. Suwondo mengatakan, BNI akan bekerjasama dengan investor dari Timur Tengah yaitu Islamic Corporation For Development (ICD) yang merupakan anak usaha dari Islamic Development Bank (IDB).
"ICD juga berencana untuk mengajak antara 3 sampai 4 investor dari Timur Tengah, tidak ada masalah bagi kita yang penting investor yang diajak expert di bidang syariah," ujarnya usai penandatanganan kerjasama layanan cash management dengan PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (30/5/2008).
Gatot mengatakan, ICD sudah menyiapkan dana sebesar US$ 500 juta untuk pendirian Bank Syariah ini dan dengan begitu ICD akan menjadi pemegang saham mayoritas di Bank Syariah BNI.
"Saat ini nilai aset unit syariah kita sekitar Rp 2,5 triliun, jadi kalau ICD masuk US$ 500 juta maka total aset Bank Syariah tersebut bisa US$ 800 juta. Namun realisasinya paling cepat akhir tahun ini atau awal tahun depan, karena harus menjalani perizinan pembentukan perusahaan baru dan juga izin dari Bank Indonesia," tuturnya.
Sebelumnya, CEO dari ICD Khaleed M Alboodi mengatakan negosiasi ICD dengan BNI untuk pembentukan Bank Syariah ini akan selesai awal Juni 2008.
Sementara itu Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan sangat mendukung usaha BNI untuk mendirikan Bank Syariah. "Yang tertarik banyak, tapi prosesnya belum. Paling sedikit ada 3 pihak yang tertarik, 3 investor asing semua, tapi belum bisa kita lakukan, semua masih harus proses perizinan. Jadi itu ide yang bagus," urainya. (dnl/qom)











































