Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo usai acara penandatanganan kerjasama layanan cash management dengan PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia di Kantor Kementerian Negara BUMN, Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (30/5/2008).
"Pertumbuhan kredit modal kerja memang agak lambat di triwulan I-2008 karena memang pengusaha masih bersiap-siap, tapi di triwulan II-2008 ini pengusaha lebih siap dan saya yakin pertumbuhan kredit modal kerja akan meningkat," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami tetap optimis bisa mencapai laba more or less Rp 2 triliun di tahun ini," jelasnya.
Untuk pertumbuhan kredit di 2008, Gatot juga optimis target pertumbuhan kredit sebesar 20 persen tetap akan tercapai di tahun ini.
"Nominalnya kredit barunya tinggal dihitung saja, tahun 2007 pencapaian kredit kita Rp 88 triliun," jelasnya.
Di tahun ini BNI berencana untuk meningkatkan provisi sampai 100 persen untuk mengantisipasi berbagai risiko ekonomi yang terjadi belakangan ini dengan krisis subprime mortgage dan juga kenaikan harga minyak dunia yang menjulang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan laba BNI tergerus.
(dnl/ddn)











































