Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan selama ini biaya pinjaman BUMN cukup mahal ditengah situasi ekonomi yang tidak menentu, instrumen pembiayaan syariah dapat menjadi alternatif bagus di tengah guncangnya sektor keuangan konvensional.
"Karena memang banyak investor Timur Tengah yang tidak mau memberi pinjaman kalau bentuknya konvensional, mereka maunya dalam bentuk syariah," jelasnya ketika ditemui detikFinance di kantornya, Gedung Garuda, jakarta, Jumat (30/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun begitu, Sofyan mengatakan belum mengetahui bagaimana mekanisme dari pembiayaan untuk BUMN melalui sukuk pemerintah. "Karena saya belum bicara dengan Menteri Keuangan, tapi ini sangat positif," jelasnya. (dnl/qom)











































