"Secara aset, merger antara kedua bank akan menghasilkan bank ke lima terbesar di Indonesia," ujar Ketua Komite Eksekutif Khazanah Nasional Berhad, Tan Sri Md Nor Yusuf, dalam acara penandatanganan rancangan merger Lippo dan CIMB-Niaga di hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (2/6/2008).
Berdasarkan data per triwulan I 2008, nilai aset CIMB-Niaga yang menduduki peringkat ke enam saat ini sekitar Rp 54,82 triliun. Lippo, yang menduduki peringkat ke sepuluh memiliki total aset sebesar Rp 39,73 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Opsi merger diputuskan setelah melalui proses pembahasan yang cukup panjang," jelas Yusuf.
Ia mengungkapkan, ketika dihadapkan dengan agenda konsolidasi perbankan yang diterapkan Bank Indonesia (BI) mengenai Single Presence Policy (SPP), pihaknya memiliki tiga opsi.
"Pertama, menjual salah satunya. Kedua membentuk holding, atau ketiga melakukan merger," ulas Yusuf.
Setelah melakukan berbagai pertimbangan, pihaknya memutuskan mengambil opsi merger untuk memenuhi kebijakan SPP.
"Kami melihat, merger akan menghasilkan potensi yang besar dari kedua bank tersebut. Oleh karena itu kami memutuskan melakukan merger," ujar Yusuf.
Pada hari ini, Senin (2/6/2008) dilakukan penandatanganan rancangan merger kedua belah pihak untuk melakukan proses awal menuju merger. Proses ini diharapkan selesai pada 1 Oktober 2008.
"Setelah itu proses merger akan memasuki tahap lanjutan. Diharapkan rampung pada triwulan IV 2009 mendatang," jelas Yusuf. (dro/ir)











































