"Saya dapat sounding informal bahwa secara bertahap BI rate akan jadi 10% Kadin ditanya setuju atau tidak.Saya berharap sampai akhir tahun 2008 maksimal 9% agar lending rate terjaga di 13%," kata MS Hidayat saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu(4/6/2008).
Hidayat mengakui bahwa kenaikan BI Rate merupakan salah satu langkah yang penting untuk meredam inflasi dengan cara kebijakan uang ketat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hidayat, keadaan itu berbalik dengan perusahaan besar yang justru mendapat keuntungan dan tidak terpengaruh oleh tingginya inflasi.
"Industri besar seperti semen,baja dan otomotif tidak terpengaruh bahkan perusahaan tambang semakin berani IPO, Yang kita khawatirkan perusahaan labour intensive dan yang mengandalkan pasar domestik karena dipastikan akan menunda ekspansinya karena demand menurun seiring lemahnya daya beli," tuturnya.
Hidayat menghimbau kepada para perusahaan tersebut agar lebih baik tidak menggunakan kapasitas terpasang ketimbang memilih opsi PHK.
(arn/qom)











































