Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan pemerintah sudah sepakat dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) soal SPP dengan memilih opsi merger atau holding.
"Nah kita holding aja. Kita masih tunggu hingga 2010, karena adanya aturan single presence policy. Karena itu, untuk kebijakan-kebijakan yang tidak terlalu mendesak kita setuju SPP dan tidak minta dikecualikan. Untuk kebijakan yang tidak terlalu mendesak, dan butuh banyak energi, kita tunda dulu saja. Apalagi, banyak kecurigaan-kecurigaan karena dikait-kaitkan dengan faktor politis 2009," ungkap Sofyan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya apakah pembentukan holding bank BUMN setelah 2009, Sofyan menjawab, "Ya, nanti 2010 saja". (ir/ddn)











































